Desember 24, 2008
Foto-foto tentang bambu yang diorganisir di Lembang
Posted by desainbambu under Uncategorized | Tag: bamboo, bamboo architecture, bamboo blinds, bamboo building, bamboo construction, bamboo crafts, bamboo design, bamboo floor, bamboo flooring, bamboo floors, bamboo for sale, bamboo furniture, bamboo house, bamboo laminate, bamboo panels, bamboo products, bamboos, bambu, bambus, bandung |Leave a Comment
Desember 7, 2008
Bambu : Kayu Orang Miskin?
Posted by desainbambu under Uncategorized | Tag: bamboo, bamboo architecture, bamboo blinds, bamboo building, bamboo construction, bamboo crafts, bamboo design, bamboo floor, bamboo flooring, bamboo floors, bamboo furniture, bamboo house, bamboo laminate, bamboo panels, bamboo products, bamboos, bambu, bambus, bandung |Leave a Comment
Seringkali bambu disebut ”Kayu untuk orang miskin“, tetapi untuk sebagian orang bambu merupakan “Emas hijau“: itulah bambu, tumbuhan yang paling cepat tumbuh di dunia.
Di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia, rumput raksasa ini sudah sejak berabad-abad terbukti sebagai materi bangunan dan konstruksi tradisional yang tangguh. Belakangan ini dunia arsitektur kembali melirik bambu, karena tidak ada materi alami yang memiliki elastisitas, kekuatan dan kekokohan seperti bambu.
Karena bambu tumbuh sangat cepat, maka persediaannya tak pernah habis. Bukan hanya sifat-sifat bambu saja yang telah membuat para peneliti dan arsitek terpesona, tetapi juga bentuknya. Sebagai pipa yang tumbuh alami, bambu sangatlah tepat untuk konstruksi seperti baja yang selama ini kita kenal. Teknik menyambung termodern memungkinkan bambu dapat disusun-susun beraneka ragam dan dapat dibuat konstruksi yang mengagumkan seperti kubah.
Sumber : www.kompas.com
Disclaimer :
Tulisan di atas adalah hak cipta dari sumber yang tertulis. Penyalinan melalui blog ini hanya bermaksud untuk penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi seluas-luasnya.
Copyright belong to the source of the writings. Publishing that writings in this blog is just to spread the information, science and knowledge to all over the world.
November 28, 2008
Spesies Bambu Dunia Ada di Jabar
Posted by desainbambu under Uncategorized | Tag: bamboo, bamboo architecture, bamboo blinds, bamboo building, bamboo construction, bamboo crafts, bamboo design, bamboo floor, bamboo flooring, bamboo floors, bamboo for sale, bamboo furniture, bamboo house, bamboo laminate, bamboo panels, bamboo products, bamboos, bambu, bambus, bandung |Leave a Comment
Bandung, Kompas – Bambu menjadi ikon Jawa Barat. Hal ini tidak berlebihan karena Jabar menjadi daerah asal sebagian besar bambu di dunia. Sayang, budaya bambu di Jabar tergerus modernisme Barat sehingga keunggulan bambu lambat laun terkikis. Adapun teknologi di bidang bambu belum banyak memberikan solusi.
Menurut pengurus harian Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika, Jumat (27/7), ada 127 spesies bambu di dunia. Indonesia memiliki 105 spesies. Dari 127 spesies bambu di dunia, sebanyak 90 spesies merupakan spesies asli Jabar.
Dengan kekayaan bambunya, tak mengherankan bila masyarakat Sunda sangat akrab dalam memanfaatkan bambu di masa lalu. Namun, setelah makin banyak lahan bambu ditebang dan diubah fungsinya menjadi permukiman serta dorongan kehidupan modern Barat yang memperkenalkan plastik dan lain-lain, bambu lambat laun ditinggalkan masyarakat Sunda.
“Sebelum tahun 1960-an, penggunaan bambu oleh masyarakat Sunda masih cukup banyak dan tampak. Tetapi, setelah tahun 1960-an mulai banyak bahan lain masuk untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga, dan lainnya,” kata Jatnika.
Jatnika menyayangkan masyarakat Sunda yang meninggalkan budaya bambu di zaman modern. “Padahal, masyarakat Sunda sudah berabad-abad menggunakan bambu dan memiliki pengalaman yang cukup baik dalam memanfaatkan bambu. Banyak di antara pengalaman tersebut belum dapat dijelaskan. Andai saja budaya bambu tidak ditinggalkan dan teknologi serta penelitian mengenai bambu ditingkatkan, makin banyak pengalaman leluhur yang bisa dijelaskan secara logika dan makin menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.
Ritual penebangan
Salah satu pengalaman leluhur masyarakat Sunda yang sudah didapat penjelasannya lewat penelitian adalah mengenai ritual penebangan bambu.
Dalam penebangan bambu ada banyak syarat yang harus dilakukan. Empat di antaranya adalah tidak menebang bambu pada saat terang bulan, pada pagi hari, saat muncul rebung, dan saat rumpun bambu mulai berbunga.
Penjelasannya, saat bambu sedang memiliki rebung, sesungguhnya berat batang bambu berkurang setengahnya karena bambu yang lebih tua sedang mengalihkan zat kalk pada anak bambu atau rebung. Jadi, sebatang bambu yang biasanya memiliki berat 10 kilogram tinggal 5 kilogram.
Sementara itu, di pagi hari bambu biasanya sedang mengisap makanan yang mengandung banyak gula. Akibatnya, ketika ditebang pada pagi hari, bambu memiliki kadar gula tinggi yang memudahkannya dimakan rayap. Bambu seperti itu tidak bisa tahan lama.
Bambu tak bisa ditebang saat terang bulan karena kadar airnya sedang tinggi. Kadar air yang tinggi menimbulkan kadar gula yang tinggi juga. Sementara itu, bambu yang berbunga menandakan bambu sudah akan mati karena stres dengan keadaan di sekitarnya. Stres pada bambu bisa disebabkan oleh banyaknya zat kimia beracun di sekitar rumpun bambu atau terpaan angin besar.
Wawan Juanda, Creative Director Bambu Nusantara World Music Festival, mengungkapkan, sosialisasi manfaat bambu harus makin gencar dilakukan oleh berbagai pihak. Sebab, bambu sudah diketahui besar manfaatnya bagi kehidupan manusia, mulai dari pangan, papan, hingga pemenuh kebutuhan tersier. (ynt)
Alat Musik dari Bambu
- Angklung di wilayah Priangan, Bogor, Cirebon.
- Arumba di wilayah Cirebon.
- Bangkong reang di wilayah Bandung.
- Calung di wilayah Ciamis, Tasikmalaya.
- Celempung di wilayah Bandung.
- Hatong di wilayah Bandung.
- Kungklung di wilayah Bandung.
- Kohkol di wilayah Bandung.
- Karinding di wilayah Tasikmalaya.
- Ringkung di wilayah Bandung.
- Lodang di wilayah Ciamis, Kuningan, Subang.
- Suling di wilayah Cirebon, Cianjur.
Sumber: Litbang Kompas (www.kompas.com)
Disclaimer :
Tulisan di atas adalah hak cipta dari sumber yang tertulis. Penyalinan melalui blog ini hanya bermaksud untuk penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi seluas-luasnya.
Copyright belong to the source of the writings. Publishing the writings in this blog isjust to spread the information, science and knowledge to all over the world.



