Seringkali bambu disebut  “Kayu untuk orang miskin“, tetapi untuk sebagian orang bambu merupakan “Emas hijau“: itulah bambu, tumbuhan yang paling cepat tumbuh di dunia.

 

Di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia, rumput raksasa ini sudah sejak berabad-abad terbukti sebagai materi bangunan dan konstruksi tradisional yang tangguh. Belakangan ini dunia arsitektur kembali melirik bambu, karena tidak ada materi alami yang memiliki elastisitas, kekuatan dan kekokohan seperti bambu.

 

Karena bambu tumbuh sangat cepat, maka persediaannya tak pernah habis. Bukan hanya sifat-sifat bambu saja yang telah membuat para peneliti dan arsitek terpesona, tetapi juga bentuknya. Sebagai pipa yang tumbuh alami, bambu sangatlah tepat untuk konstruksi seperti baja yang selama ini kita kenal. Teknik menyambung termodern memungkinkan bambu dapat disusun-susun beraneka ragam dan dapat dibuat konstruksi yang mengagumkan seperti kubah.

 

Sumber : www.kompas.com

 

Disclaimer :

Tulisan di atas adalah hak cipta dari sumber yang tertulis. Penyalinan melalui blog ini hanya bermaksud untuk penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi seluas-luasnya.

 

Copyright belong to the source of the writings. Publishing that writings in this blog is just to spread the information, science and knowledge to all over the world.

Iklan